counters Cara Budidaya Buah Naga Agar Panen Melimpah - Energyx
yong bi Seseorang yang suka membaca novel dan puisi. Hobi bertanam, berpetualang dan berwisata kuliner.

Cara Budidaya Buah Naga

6 min read

budidaya buah naga

Budidaya Buah Naga – Buah naga merupakan salah satu buah-buahan yang banyak ditemukan di daerah tropis. Tanaman buah naga sendiri sebenarnya termasuk ke dalam keluarga kaktus karena mereka tidak boleh banyak terkena air.

Buah naga sendiri memiliki banyak khasiat dan rasa yang segar karena daging buahnya mengandung banyak air dan beberapa vitamin yang baik bagi tubuh. Jenis buah tropis ini juga bisa dibuat menjadi berbagai makanan dan minuman, mulai dari sop buah, jus, berbagai macam kue dan lain sebagainya.

Selain itu, buah naga juga termasuk buah-nuahan dengan harga ekonomis yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk budidaya buah naga berikut proses yang bisa Anda ikuti.

Jenis-jenis Buah Naga

jenis buah naga
shopify.com

Buah naga memiliki beberapa variasi. Di Indonesia sendiri ada 6 jenis buah naga yang bisa Anda temukan yakni buah naga merah, buah naga putih, buah naga super merah, buah naga kuning, buah naga oranye dan buah naga hitam.

Jenis buah naga yang paling banyak ditanam ialah buah naga merah dan juga buah naga putih. Lalu, buah naga dengan harga paling mahal di pasaran dan juga ukurannya kecil ialah buah naga kuning.

Sedangkan buah naga dengan proses penanaman yang mudah adalah buah naga putih. Sedangkan buah naga yang hits di kalangan para petani ialah buah naga super red.

Anda bisa menanam jenis buah naga disesuaikan dengan modal dan juga lahan yang dimiliki. Untuk bibit buah naga sendiri, bisa Anda dapatkan secara online atau membelinya di toko pertanian.

Cara Menanam Buah Naga

Setelah mengetahui jenis buah naga apa yang akan ditanam, selanjutnya adalah cara menanam buah naga itu sendiri. Proses budidaya ini terbagi dalam beberapa langkah diantaranya pembuatan atau persiapan bibit, persiapan penanaman bibit dan proses penanaman. Berikut beberapa langkah budidaya buah naga.

# Persiapan Atau Pembuatan Bibit

Untuk bibit buah naga sendiri, Anda bisa mendapatkannya dengan cara generative dan vegetative. Bagi Anda yang baru pertama kali atau sedang belajar menanam buah naga, disarankan memilih atau membuat bibit dengan cara vegetative karena hasilnya sudah bisa dipastikan sama dengan induknya dan juga bisa berbuah dengan cepat.

Yang harus Anda lakukan hanya tinggal memilih induk dengan kualitas terbaik dan merawat bibit tersebut untuk nantinya ditanam di media tanam.

Namun, jika Anda akan menanam dengan jumlah besar dan ditujukan untuk dijual kembali, Anda bisa menggunakan bibit dengan cara generative. Namun, hasilnya akan berbeda dengan induk dan diperlukan tempat penangkaran khusus untuk memastikan bibi tumbuh dengan baik.

Anda juga bisa membeli bibit buah naga. Ada beberapa ciri bibit buah naga yang berkualitas, jika Anda hendak membelinya.

  1. Memiliki minimal empat tunas
  2. Umur bibit buah naga sudah hampir 2 bulan atau bahkan lebih
  3. Tinggi bibit sudah termasuk dengan tunas baru harus minimal berukuran 50cm, lebih bagus jika berukuran 80cm
  4. Batang berwarna hijau sehat, tak ada tanda-tanda mengalami penyakit
  5. Tanya para penjualnya, induknya sudah pernah berbuah berapa kali, induk bibit yang baik sudah pernah berbuah minimal 3 kali
  6. Jika Anda membelinya via toko online, pastikan Anda membaca review dari para pembeli sebelumnya

Pastikan Anda mendapakan bibit dengan kualitas terbaik agar hasil panennya nanti sesuai dengan harapan Anda.

# Persiapan Menanam Buah Naga

Persiapan penanaman merupakan salah satu hal penting yang harus Anda ikuti dengan benar. Pasalnya, kerja keras, energi, biaya dan juga waktu yang akan Anda investasikan akan terbayar selama pohon buah naga yang ditanam hidup.

Pohon buah naga ini biasanya berumur hingga 20 tahun lamanya, jika berada di lokasi yang tepat dan perawatan yang tepat pohon sudah bisa berbuah dalam waktu 10 bulan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, buah naga masuk ke dalam family kaktus, mereka membutuhkan banyak sinar matahari, namun pohonnya tidak kokoh. Ada beberapa kondisi yang harus Anda ikuti untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

1. Memilih Lokasi Tanam Untuk Pohon Buah Naga

Buah Naga merupakan salah satu jenis tumbuhan kaktus yang mampu menyimpan banyak air di pohonnya. Jadi coba Anda pilih lokasi yang cukup terbuka dan mendapatkan sinar matahari cukup, bersih dari gulma atau rumput dan bukan berada di pesawahan.

  Budidaya Jeruk Nipis

Buah naga bisa hidup dengan bagus di daerah dengan memiliki ketinggian 0 hingga 350m di atas permukaan laut dan memiliki curah hujan 720mm per tahunnya.

Kondisi yang terlalu basah dan juga kurang memiliki sinar matahari akan membuat pohon buah naga mengalami pembusukan pada batang. Pohon buah naga cocok untuk ditanam pada daerah tegalan atau ladang yang bila hujan reda airnya tak terlalu menggenang.

2. Membuat Tiang Panjatan

Pohon buah naga akan tumbuh tinggi, namun batangnya tak terlalu kokoh. Ini dikarenakan buah naga merupakan sejenis kaktus yang akan menyimpan cadangan air pada batangnya.

Kondisi ini juga membuat para petani buah naga diharuskan membuat sejenis tiang panjat yang memiliki tinggi kurang lebih 1,5 Meter dan pada bagian atasnya berbentuk tanda plus. Anda juga bisa membuat tiang panjat tersebut dari beton ataupun kayu.

Yang harus Anda ingat adalah umur buah naga bisa bertahan hingga 20 tahun. Pemakaian tiang panjat kayu mengharuskan kita mengganti kayu jika sudah lapuk dan juga membersihkan dedaunan dari kayu tersebut jika kayunya hidup.

Bagi yang bingung bagaimana membuat tiang panjat untuk pohon buah naga, berikut langkah-langkahnya.

  • Langkah pertama, siapkan tiang panjat yang bisa Anda buat dari beton. Tiang ini akan berfungsi sebagai penopang tanaman. Tiang panjat harus dibuat berbentuk bisap pilar segiempat atau juga bisa berbentuk silinder. Tiang panjat memiliki diameter antara 20-35 cm. Ketinggian tiang panjat juga berukuran 1,5-2,5 meter. Biasanya akan ditanam di kedalaman 50 cm. Tujuannya agar jauh lebih kuat saat berdiri.
  • Buatlah sejenis penopang di bagian atas tiang panjat tersebut sehingga terlihat membentuk tanda plus atau tambah. Lalu, tambahkan juga ban motor bekas sehingga terlihat membentuk seperti sebuah kemudi mobil.
  • Tiang panjat itu nantinya diatur berbaris. Jarak tanam dari pohon buah naga juga umumnya berjarak 3 meter. Jarak itu bertujuan untuk agar pohon tidak kekurangan sinar matahari. Jangan lupa, buat juga saluran air yang memiliki kedalaman 25 cm di setiap barisan tiang panjat.

Biasanya para petani akan menggunakan tiang panjatan beton, namun tidak sedikit yang memilih menggunakan tiang panjat dari kayu agar memangkas pengeluaran.

3. Membuat Lubang Tanam Dan Menanam Bibit Buah Naga

Jika tiang panjat sudah selesai Anda buat, langkah selanjutnya adalah membuat lubang tanam untuk menanam bibit yang sudah disiapkan.

  • Di setiap tiang panjat dikelilingi oleh 4 lubang tanam
  • Ukuran dari masing-masing lubang tanam yakni berukuran 60×60 cm dan memiliki kedalaman sekitar 25 cm.
  • Lubang tanam yang sudah Anda siapkan lalu diisi oleh media berupa campuran dari pupuk, tanah, pasir dan juga kapur pertanian jika ada di daerah Anda. Masukkan campuran yang sudah dibuat tadi ke dalam lubang tanam, lalu siram dengan air secukupnya. Siram hingga basah namun jangan sampai tergenang. Biarkan lubang hingga beberapa hari kedepan hingga kering dan juga terkena cahaya matahari yang cukup.
  • Jangan lupa berikan 25 gram pupuk jenis TSP setelah didiamkan selama 2-3 hari. Cara memberikan pupuknya adalah dengan melingkari tiang panjat dengan 10 cm dari tiang. Diamkan kembali selama sehari. Anda boleh menanami dengan bibit setelah satu hari didiamkan.
  • Pindahkan bibit buah naga yang sudah anda siapkan ke lubang tanam yang sudah digali sebelumnya.
  • Timbun bibit dengan menggunakan tanah hingga terlihat padat.
  • Ikat batang dari keempat bibit itu hingga menyatu dengan tiang panjat. Pengikatan dilakukan saat tanaman buah naga sudah memanjang kurang lebih 20-30 cm.
  • Potong tunas pohon buah naga jika ia akan bercabang sebelum nantinya mencapai puncak tiang panjatan, sisakan hanya 1 saja. Jika sudah sampai di puncak tiang panjatan, buah naga baru boleh bercabang banyak, umumnya hingga 5 cabang.
  • Terakhir, Anda bisa memberikan pupuk kandang yang dicampur dengan tetesan tebu dan juga cairan empa, fungsinya adalah untuk menguatkan batang pohon buah naga tersebut.

Setelah proses selesai, langkah selanjutnya adalah proses perawatan buah naga, agar pohon bisa berbuah dengan optimal.

Perawatan Buah Naga

perawatan buah naga
gardenloversclub.com

Pemeliharaan menjadi salah satu faktor yang paling penting saat tengah melakukan budidaya tanaman buah naga. Cara penanaman yang baik jika tak didukung oleh pemeliharaan yang baik, hasilnya tak akan terasa memuaskan. Berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan pada perawatan buah naga

  Cara Menanam Serai

a. Pengairan

Siramlah pohon buah naga selama 2 hari sekali setiap pagi dan juga sore ketika tak hujan, jangan sampai airnya terlihat menggenang. Pohon buah naga sangat rentan mengalami penyakit pembusukan batang jika air menggenang di sekitar pohon.

Oleh karena itu dibuat saluran air agar jika hujan, air akan mengalir melalui saluran air tersebut.
Anda bisa menggunakan alat penyiraman tanaman agar air yang keluar tidak terlalu banyak dan tidak menggenang di daerah pohon.

b. Pemangkasan

Untuk awal-awal pertumbuhan hingga pohon mencapai ujung tiang panjat, selalu pangkas tunas dan juga sisakan 1. Hal ini bertujuan agar pohon bisa cepat tumbuh ke atas nantinya.

Setelah dewasa, lantas pangkas tunas yang memang kira-kira tak dibutuhkan, busuk, ataupun yang terkena penyakit lalu Anda timbun ke dalam tanah agar nantinya tak menular.

Cabang pohon buah naga yang sudah berbuah 4 kali sebaiknya di potong lantas dijadikan bibit. Tapi jangan memangkas semua cabang.

c. Pemupukan

Sebelum mencapai pada ujung tiang panjatan, gunakan jenis pupuk kandang. Pastikan pupuk tersebut sudah kering, akan lebih bagus lagi jika sudah difermentasi. Jika Anda menggunakan pupuk buatan, berikan pupuk yang memiliki unsur N lebih banyak.

Setelah pohon dewasa, berikan pupuk dengan jumlah unsur P dan juga K yang banyak. Tak disarankan menggunakan pupuk jenis urea karena memang kurang cocok untuk jenis tanaman kaktus.

d. Memastikan pohon mendapatkan Cahaya Matahari Yang Cukup

Pohon buah naga merupakan tanaman sejenis kaktus, jangan sampai lokasi penanamannya terlalu gelap. Lokasi yang ideal ialah tegal lapang yang memiliki sinar matahari cukup. Jika kekurangan sinar matahari, maka pohon buah naga akan mudah mati dan tidak tumbuh dengan optimal.

Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Naga

Selama melakukan perawatan, Anda juga harus melakukan pengendalian hama dan penyakit yang sering dialami oleh pohon buah naga. Berikut langkah pengendalian hama dan penyakit pada buah naga yang bisa Anda lakukan.

# Pembersihan Rumut Dan Juga Gulma

Pembersihan rumput dan juga gulma bertujuan agar memaksimalkan penyerapan pupuk dan juga unsur hara pada pohon buah naga.

Jika ada rumput dan gulma maka nutrisi pupuk juga nantinya dibagi oleh rumput dan juga pohon buah naga Anda. Anda bisa membersihkan rumput dengan cara manual atau menggunakan obat khusus yang akan membunuh gulma dan rumput.

Namun, Anda harus berhati-hati jika menggunakan obat pembunuh rumput, jangan sampai obat tersebut ikut membunuh akar pohon buah naga Anda.

# Membasmi Hama Dan Penyakit

Hama jenis bekicot dan juga ulat bisa Anda bersihkan secara manual. Sedangkan hama dan penyakit dalam bentuk cendawan dan kutu putih bisa Anda bersihkan dengan menggunakan biopestisida buatan sendiri.

Cara membuat pembasmi hama biopestisida ialah dengan cara mencampur daun pahitan, limbah tembakau, dan juga air dengan mengukur perbandingan 1:1:2. Campuran tadi lantas dimasukkan ke dalam wadah dan didiamkan selama 1 bulan.

Panen Buah Naga

panen buah naga
sakasaka.net

Setelah selama 10 bulan, Anda sudah bisa mulai memanen buah naga. Namun, masa panen dari tiap jenis buah naga berbeda beda. Jenis buah naga putih biasanya akan berbuah pada bulan ke 10.

Buah naga merah banyak yang sudah berbuah pada bulan 8. Nah jika beruntung, pada bulan 5 juga sudah ada yang berbuah.

Berat dari buah naga pada umumnya 400-700 gram. Jarak antara bunga dan juga buah siap panen atau masak ialah 35 hari. Buah naga juga dianggap sudah masak jika warna kulitnya sudah terlihat merah penuh pekat.

Jika ditaruh pada udara terbuka, buah naga akan bisa bertahan selama hampir 10 hari. Lain lagi jika disimpan di lemari pendingin, bisa hingga 1 bulan. Jarak 2 bulan setelah masa panen, lakukanlah pemupukkan dan juga campur dengan kapur pertanian.

Buah naga biasanya bisa dipanen selama 6 bulan sekali, tergantung dari perawatan Anda.
Itulah beberapa langkah menanam buah naga. Saat ini buah naga merupakan salah satu buah yang banyak diminati oleh berbagai kalangan. Oleh karena itu, tak salahnya Anda mencoba budidaya buah naga ini.

Budidaya Buah Naga

yong bi Seseorang yang suka membaca novel dan puisi. Hobi bertanam, berpetualang dan berwisata kuliner.

Budidaya Jamur Kancing

yong bi
2 min read

Cara Budidaya Jamur Merang

yong bi
2 min read

Budidaya Ubi Jalar

yong bi
2 min read

Budidaya Jeruk Nipis

yong bi
2 min read

Cara Menanam Nanas

yong bi
3 min read

Cara Menanam Kemangi

yong bi
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *